Banner 468

Tampilkan postingan dengan label farmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label farmasi. Tampilkan semua postingan

Mengenal Lebih Jauh Tentang Obat

Posted by muty on - -



Setiap orang pasti tau dan pernah melihat obat, yaitu sesuatu yang dimakan atau digunakan ketika seseorang sakit agar tercapai kesembuhan. Mari kita baca dahulu pengertian obat menurut departemen kesehatan tahun 2006 tentang kebijakan obat nasional, obat adalah sediaan  atau  paduan  bahan-bahan  yang  siap  digunakan  untuk  mempengaruhi  atau  menyelidiki  sistim  fisiologi  atau  keadaan  patologi  dalam  rangka  penetapan  diagnosis,  pencegahan,  penyembuhan,  pemulihan, peningkatan,  kesehatan  dan  kontrasepsi.  Sedangkan pengertian obat di dalam sebuah buku farmakologi oleh bertram katzung adalah substansi  yang  membawa perubahan pada  fungsi biologis melalui aksi kimianya.

Hari ini kita hanya akan berbicara tentang obat sintetis atau obat dari bahan non-alami. Setiap obat yang masuk ke dalam tubuh kita akan diproses atau dimetabolisme (dalam hal ini kita hanya berbicara terkait obat yang masuk ke dalam tubuh secara oral). Hati adalah organ utama yang memetabolisme obat. Jaringan lain yang memiliki aktifitas metabolisme yang cukup berarti adalah ginjal salah satunya.

Salah satu fungsi obat memang sebagai penyembuh, tapi setiap kali hati terpapar oleh obat yang masuk ke dalam tubuh itu maka semakin cepat pula proses pengrusakannya. Karena itulah, obat tidak selamanya berfungsi sebagai obat, pada penggunaan yang tidak tepat obat malah dapat menyebabkan penyakit baru atau memperparah penyakit yang sudah ada.

Jadi, ketika anda sakit, jangan gunakan obat seandainya penyakit anda dapat sembuh tanpa obat, terutama untuk penyakit-penyakit yang sifatnya ringan, misalnya ketika demam anda dapat memperbanyak istirahat, banyak minum air hangat, makanan teratur dan gizi yang cukup. Insyaallah sembuh.



Sumber:
1. Departemen  Kesehatan  Republik  Indonesia.  (2006).  Kebijakan  Obat  Nasional.
Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia
2. Katzung, Bertram G. (2007). Basic & Clinical Pharmacology (10th edition). New
York: McGraw-Hill Companies

sumber gambar: google search

artikel ini juga ada disini
[ Read More ]

Index Emotion Window

Posted by muty on - -

Dalam kaitannya dengan farmasi, setiap obat memiliki Index Therapheutic Window terhadap penyakit tertentu. Setiap obat akan memberikan efeknya apabila kadar obat yang berikatan dengan reseptornya dapat mencapai area jendela index terapi. Apabila kadar obat yang berikatan dengan reseptor berada di bawah jendela index terapi, obat tidak akan berefek, pun jika kadar obat yang berikatan dengan reseptor melebihi jendela index terapi, maka akan terjadi overdoses. Tidak jauh berbeda dengan obat, emosi manusia pun demikian, dalam hal atau kasus tertentu, index emotion window setiap manusia memiliki lebar yang berbeda-beda.

Emosi juga harus berada dalam index emotion window. Tapi banyak juga orang yang dalam situasi tertentu, emosinya berada di bawah index emotion window, kapankah itu? Ketika dia "gak nge-rasa", gak merasa disinggung, gak merasa dimarahi, atau juga gak merasa yang lainnya. Tidak masalah jika itu terjadi sesekali, tapi kalau selalu "gak nge-rasa", wah parah nih....gak peka banget jadi orang. Atau mungkin juga "gak nge-rasa"itu terjadi karena faktor external pemicu emosi tersebut memang kurang dosisnya.

Masalah lainnya adalah emosi yang melebihi index emotion window, akibatnya apa? Ya, orang itu marah besar untuk sesuatu yang harusnya tidak perlu semarah itu, atau contoh emosi lainnya yang setipe dengan itu. Lalu bagaimana caranya agar emosi itu berada dalam index emotion window? Kurangi dosis? Tidak mungkin, itu adalah faktor external. Yang bisa diusahakan adalah memperlebar jendela index emotion. Caranya? Lapangkanlah hati ^^

#nasehat (terutama buat diri sendiri)

Nb: kalau analogi saya salah, mohon dikoreksi^^
[ Read More ]

Mau Kuliah di Jurusan Apa?

Posted by muty on - -

futureSign

Aku kenal farmasi sejak aku kelas 3 MTs, tapi aku baru mulai kenal farmasi yang sesungguhnya ketika aku sudah di tingkat 3 kuliah farmasi. Hmm…aneh y? berarti selama ini aku g ngerti dunk apa yg aku pelajari? apa tujuan farmasi, kemana setelah ini dan dimana aplikasi ilmuku? serta apa alasanku masuk farmasi? lebih kurang jawabannya adalah aku mungkin memang tidak tau. Kebanyakan mahasiswa kuliah di jurusan yang tidak diminatinya dan alhamdulillah aku cukup meminati farmasi sejak aku kuliah di tingkat 3.

Belajar dari pengalamanku, bagi yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sebaiknya kalian benar-benar mengenali terlebih dahulu dimana minat dan bakat kalian. Sebelum terlanjur mengambil kuliah di jurusan yang kalian tidak minat dan juga tidak bakat, akan sangat sulit untuk menjalaninya. Selesai? insyaallah bisa. Tapi itu tergantung dari kita pribadi bagaimana menjalaninya. Ada yang tamat 4 tahun, ada yang tamat 5 atau 6 tahun dan bahkan aku pernah denger cerita temen ada yang tamat 8 tahun. Paling parah, ada yang tidak mampu untuk menyelesaikannya. Tapi dapat dikatakan beruntung bagi orang yang tidak minat tetapi dia pintar sehingga tidak menjadi masalah baginya kuliah di jurusan yang tidak diminatinya. Sedangkan bagi yang tidak pintar-pintar amat tapi berminat, itu juga bisa sebagai kekuatan untuk menjalaninya. Karena kalian menyukai ilmu tersebut dan sesulit apapun kalian akan berusaha untuk mempelajarinya dengan senang hati.

Khusus bagi peminat ilmu farmasi, yang masih sekolah SMP/sederajat, kalau kalian benar-benar  menyukai farmasi dan akan mengambil kuliah farmasi, aku sarankan kalian masuk SMK Farmasi. Karena sebagian besar temen-temen  kuliahku yang SMA nya dari SMK Farmasi, memahami farmasi dengan sangat baik dan lebih mudah menjalani kuliah dibanding kebanyakan temen-temen yang dari SMA (pengecualian buat anak pintar). Tapi kalian juga harus tau, bahwa sekolah di SMK Farmasi itu jauh berbeda dengan sekolah SMA biasa. Temanku yang dari SMK Farmasi atau SMF nama dahulunya, mengatakan kalau sekolah di SMK Farmasi lebih berat. Banyak hafalan, tentu saja karena farmasi kebanyakan memang harus dihafal. Dengan kalian mengetahui bagaimana di sekolah SMK Farmasi, tidak ada alasan bagi kalian untuk berhenti di tengah jalan dan kemudian pindah sekolah. Jika kalian memang benar-benar minat, aku rasa itu bukanlah suatu kendala. Itu adalah nilai plus yang akan dapat dirasakan selepas dari sekolah tersebut.

Selain itu, akan lebih baik jika setelah tamat SMK Farmasi dan/atau lulus S1, pernah bekerja di apotek, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya (bagi yang minat di bidang pelayanan farmasi). Hal ini akan memudahkan pemahaman saat kuliah profesi apoteker kelak. Atau jika kalian tidak sekolah di SMK Farmasi, saran aku sebaiknya kalian memiliki pengalaman kerja di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut sebelum masuk kuliah apoteker.

Semoga saranku bermanfaat, good luckWinking smile

Sumber gambar: google searching

[ Read More ]