Tainduak
Sebuah Ketegasan
Save KPK, Save Polri, Save Indonesia
Kehancuran Abbasiyah
The Raid
- http://www.apa.org/research/action/protect.aspx
Kenapa Lebih Baik Golput ?
I have my own library
Tolak Pekan Kondom Nasional!!!
- Halo kemkes 021500567
- Sms 081281562620
- Email: kontak@kemkes.go.id
spreken in het nederlands
Index Emotion Window
hidup itu seperti goosebumps
Takdir adalah bagian dari hidup ini, tidak hanya manusia, tetapi semua makhlukNya. Angin sifatnya berhembus, api sifatnya membakar, daun dari tanaman yang tidak disirami akan menjadi kuning kemudian mati. Ada manusia yg ketika suatu hal yang buruk terjadi dalam hidupnya, dia menyalahkan takdir. Dan ada juga manusia yg sudah cukup paham, dia tau bahwa tidak ada yang salah dengan takdir tersebut. Karena semua sudah merupakan ketentuan Tuhan. Yang salah adalah bila kita tidak pernah mau berusaha untuk mendapatkan takdir yang lebih baik. Semenjak akan kuliah, aku mulai menyadari, takdir adalah suatu hal yang sangat sulit kupahami. Karena hidup penuh dengan pilihan dan setiap pilihan yang kita pilih tersebut akan membuat kita mendapatkan takdir sesuai dengan pilihan tersebut.
Dalam sebuah pengajian tentang takdir oleh ust. arif rifan, beliau menjelaskan bahwa setiap pilihan manusia dalam hidupnya, akan mendapatkan takdirnya. Contohnya: Ali bin Abi Thalib yg ketika itu duduk bersandar pada dinding, kemudian beliau menyadari dinding tersebut hampir roboh dan beliau berpindah ke tempat duduk lain. Dalam kasus tersebut, Ali bin abi thalib memiliki 2 macam takdir. Takdir ketika beliau tetap memilih duduk bersandar pada dinding yg hampir roboh atau takdir ketika memilih untuk bersandar pada dinding yang lebih kokoh. Beliau yang akhirnya memilih untuk pindah duduk bersandar pada dinding yg lebih kokoh berarti berpindah dari takdir Allah yg satu ke takdir allah yang lain.
Ketika aku merasa pilihan yang aku buat adalah salah, aku merasa sangat menyesal tidak memikirkan dengan sangat matang terlebih dahulu. Kemudian aku berusaha mencari tau apakah ini salahku atau apakah ini sudah merupakan jalan terbaik yang telah ditetapkanNya untuk hidupku?aku seringkali sibuk dengan pertanyaan tersebut. Itu sebelum aku mendengarkan pengajian tentang takdir tersebut. Setelah cukup memahami, aku mulai mengerti bahwa apapun pilihanku, hasil yang akan kudapatkan tetap merupakan ketentuan dari Allah. Jika aku memilih A, aku akan menjalani ini dan apabila aku memilih B, aku akan menjalani itu. Keduanya sudah ditentukan oleh Allah. Yang harus aku lakukan adalah menjalani hidup di pilihanku tersebut dengan sebaik-baiknya dan ikhlas serta berusaha senantiasa mensyukurinya.
Memutuskan suatu pilihan akan lebih sulit lagi, apabila pilihannya antara ya dan tidak, dan apabila ya, apakah akan dilakukan sekarang atau nanti. dan diantara 3 pilihan tersebut pun, ada beberapa kemungkinan takdir yang akan di dapatkan nantinya. Jika sudah seperti itu, salah satu hal yang bisa aku lakukan adalah shalat istikharah, meminta petunjukNya terhadap pilihan apa sebaiknya yang harus kuambil. Hidup ini seperti goosebumps yah?
sekali lagi, Aku lebih menyukai masa kanak-kanak. Aku jadi ingat tulisan yang di post temanku, “I miss my childhood, where the hardest decision was picking a crayon”
sumber gambar: google searching
Mau Kuliah di Jurusan Apa?
Aku kenal farmasi sejak aku kelas 3 MTs, tapi aku baru mulai kenal farmasi yang sesungguhnya ketika aku sudah di tingkat 3 kuliah farmasi. Hmm…aneh y? berarti selama ini aku g ngerti dunk apa yg aku pelajari? apa tujuan farmasi, kemana setelah ini dan dimana aplikasi ilmuku? serta apa alasanku masuk farmasi? lebih kurang jawabannya adalah aku mungkin memang tidak tau. Kebanyakan mahasiswa kuliah di jurusan yang tidak diminatinya dan alhamdulillah aku cukup meminati farmasi sejak aku kuliah di tingkat 3.
Belajar dari pengalamanku, bagi yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sebaiknya kalian benar-benar mengenali terlebih dahulu dimana minat dan bakat kalian. Sebelum terlanjur mengambil kuliah di jurusan yang kalian tidak minat dan juga tidak bakat, akan sangat sulit untuk menjalaninya. Selesai? insyaallah bisa. Tapi itu tergantung dari kita pribadi bagaimana menjalaninya. Ada yang tamat 4 tahun, ada yang tamat 5 atau 6 tahun dan bahkan aku pernah denger cerita temen ada yang tamat 8 tahun. Paling parah, ada yang tidak mampu untuk menyelesaikannya. Tapi dapat dikatakan beruntung bagi orang yang tidak minat tetapi dia pintar sehingga tidak menjadi masalah baginya kuliah di jurusan yang tidak diminatinya. Sedangkan bagi yang tidak pintar-pintar amat tapi berminat, itu juga bisa sebagai kekuatan untuk menjalaninya. Karena kalian menyukai ilmu tersebut dan sesulit apapun kalian akan berusaha untuk mempelajarinya dengan senang hati.
Khusus bagi peminat ilmu farmasi, yang masih sekolah SMP/sederajat, kalau kalian benar-benar menyukai farmasi dan akan mengambil kuliah farmasi, aku sarankan kalian masuk SMK Farmasi. Karena sebagian besar temen-temen kuliahku yang SMA nya dari SMK Farmasi, memahami farmasi dengan sangat baik dan lebih mudah menjalani kuliah dibanding kebanyakan temen-temen yang dari SMA (pengecualian buat anak pintar). Tapi kalian juga harus tau, bahwa sekolah di SMK Farmasi itu jauh berbeda dengan sekolah SMA biasa. Temanku yang dari SMK Farmasi atau SMF nama dahulunya, mengatakan kalau sekolah di SMK Farmasi lebih berat. Banyak hafalan, tentu saja karena farmasi kebanyakan memang harus dihafal. Dengan kalian mengetahui bagaimana di sekolah SMK Farmasi, tidak ada alasan bagi kalian untuk berhenti di tengah jalan dan kemudian pindah sekolah. Jika kalian memang benar-benar minat, aku rasa itu bukanlah suatu kendala. Itu adalah nilai plus yang akan dapat dirasakan selepas dari sekolah tersebut.
Selain itu, akan lebih baik jika setelah tamat SMK Farmasi dan/atau lulus S1, pernah bekerja di apotek, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya (bagi yang minat di bidang pelayanan farmasi). Hal ini akan memudahkan pemahaman saat kuliah profesi apoteker kelak. Atau jika kalian tidak sekolah di SMK Farmasi, saran aku sebaiknya kalian memiliki pengalaman kerja di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut sebelum masuk kuliah apoteker.
Semoga saranku bermanfaat, good luck
Sumber gambar: google searching
Obat Sintetis atau Obat Alami?
Jaman nenek moyang kita dahulu, pengobatan dilakukan dengan mengambil bahan-bahan dari alam. Dan hari ini kita mendengar, khususnya saya, bahwa pengobatan itu banyak juga yang berhasil. Walaupun obat-obat yang digunakan tersebut tidak melalui pengujian praklinik dan klinik terlebih dahulu. Ketika zaman mulai maju, pengobatan tradisional tersebut mulai ditinggalkan, masyarakat lebih tertarik dengan perkembangan pengobatan yang memanfaatkan teknologi terkini yang telah melalui pengujian praklinik dan klinik.
Tapi dewasa ini, dengan semakin terbukanya mata masyarakat akan banyaknya efek samping yang ditimbulkan karena penggunaan obat-obat modern, tidak sedikit juga masyarakat yang kemudian beralih lagi melakukan pengobatan dengan cara tradisional menggunakan bahan-bahan alam. Walaupun pada kenyataannya penggunaan bahan-bahan alami tidak menjamin tidak ada efek sampingnya. Tapi bagaimanapun, sesuatu yang alami itu memang lebih baik. Contoh saja pada makanan, orang yang sehari-harinya hanya memakan makanan yang dimasak sendiri tanpa penambahan penyedap buatan, tubuhnya insyaallah akan lebih sehat daripada orang-orang yang sehari-harinya sering makan makanan yang mengandung penyedap dan pewarna, dan juga orang yang sering makan junk food. Orang seperti yang terakhir ini, biasanya lebih banyak menderita penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker.
Kembali ke permasalahan mengenai obat-obatan, walaupun menurut saya dan beberapa orang bahwa pengobatan menggunakan bahan alami adalah lebih baik, tetapi untuk tujuan tertentu, pengobatan menggunakan obat-obat modern ternyata lebih baik. Salah satunya dalam hal kecepatan pengobatan. Penggunaan obat-obat alami mungkin juga memberikan efek tapi karena progres pengobatannya yang lama, sehingga hampir-hampir terlihat tidak berefek. Tapi ada juga beberapa obat alami (yang saya denger akhir-akhir ini) untuk penyakit tertentu dan pada orang tertentu, ternyata memberikan progres yang sangat baik dan cepat dalam pengobatannya, bahkan untuk penyakit berbahaya sekalipun.
Hmm…bingung y jadinya mau pake obat-obat modern atau obat tradisional. Bahkan pemilihan untuk obat-obat modern sekalipun, sangat sulit untuk diputuskan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Siapa penderitanya, berapa umurnya, apa penyakit dan bagaimana kondisi klinisnya, obat apa yang pernah dan sedang dikonsumsi, obat apa yang menyebabkan alergi, berapa harga obat dan bagaimana kemampuan penderita untuk membeli obat tersebut dan masih banyak lagi.
Begitulah dunia pengobatan, sulit sekali memutuskan obat terbaik yang akan digunakan untuk penyakit tertentu dan pada pasien tertentu juga. dan itulah salah satu pekerjaan kami, farmasis.
sumber gambar: corbisimages.com dan google search
artikel ini juga ada disini
Menjadi Orang Hebat
apa sih hebat itu?
apakah hebat itu, orang yang selalu menjadi juara?
apakah hebat itu orang yang kuliah keluar negri?
apakah hebat itu orang yang pandai bahasa asing?
apakah hebat itu orang yang aktif organisasi?
apakah hebat itu, orang yang pandai berbicara di depan khalayak ramai?
apakah hebat itu orang yang kuliah di universitas ternama?
apakah hebat itu orang yang memiliki IPK tinggi?
apakah hebat itu adalah orang yang punya banyak gelar?
apakah hebat itu, seorang ayah yang selalu pergi di subuh buta dan pulang saat matahari tenggelam untuk mencari nafkah buat keluarga?
apakah hebat itu, seorang ibu rumah tangga yang selalu mengajari anak-anaknya kepada kebaikan dunia akhirat?
apakah hebat itu, seorang yang istri yang patuh terhadap suaminya?
apakah hebat itu, seorang wanita karir?
apakah hebat itu, orang yang punya pekerjaan bergengsi?
apakah hebat itu, orang yang punya gaji tinggi?
apakah hebat itu, orang yang punya jabatan tinggi?
apakah hebat itu,orang yang selalu bisa dan cepat berinteraksi dengan semua orang?
apakah hebat itu, orang yang punya banyak koneksi?
apakah hebat itu, orang yang bermanfaat buat orang lain?
apakah hebat itu, orang yang punya wawasan luas?
apakah hebat itu orang yang bisa dalam musik?
apakah hebat itu, orang yang pandai dalam bidang apapun?
apakah hebat itu, orang yang selalu rajin beribadah?
apakah hebat itu, orang yang memiliki sikap dan perkataan yang mulia?
apakah hebat itu, seseorang yang membuat orang lain menjadi hebat?
dan masih banyak lagi penilaian tentang “hebat” menurut aku, anda, dan mereka. Tapi manakah arti hebat yang sebenarnya?
apakah untuk menjadi orang hebat harus menjadi setidaknya salah satu dari yang tertulis diatas?
lalu bagaimana dengan orang yang berusaha menjadi seperti diatas?bukankah Allah mengatakan, seeorang dinilai dari usahanya?
sumber gambar: google search
Kasian Negaraku…
Sedih sekali melihat ketika orang-orang yang menjadi wakil rakyat dan memiliki jabatan yang seharusnya digunakan untuk membawa negara ini ke arah perubahan yang lebih baik, adalah orang yang tidak pantas. Ketika masih ada warga negara ini yang peduli dengan nasib anak bangsa dan mencegah hal-hal negatif masuk, malah disalah-salahkan. Kalau seandainya mereka bersifat anarkis itu memang salah, tapi kan kita semua bisa mencari cara yang lebih baik untuk tujuan yang baik tersebut. Ini negara kita dan kita berhak dan wajib memfilter apa saja yang masuk ke dalam negara kita.
Apapun peran kita dimanapun dan kapanpun, kita tidak boleh bersikap “loe-loe, gue-gue,” apalagi jika kita memiliki peran yang cukup penting dalam masyarakat. Kita harus “amar ma’ruf nahi mungkar”, mengajak orang lain kepada yang baik dan mencegahnya melakukan yang tidak baik. Lalu apa gunanya punya jabatan jika hanya diam melihat negara kita berusaha dirusak orang, apa juga akan mengatakan “yg penting kan gw g kayak gitu…”
g bisa gitu…g punya jabatan apalagi punya jabatan dan pengaruh besar g bs bersikap seperti itu. atau lebih baik tinggalin aja jabatan tersebut dan cari kerja lain daripada malu-maluin.
heran…kenapa ada orang yang punya pikiran seperti itu, ckckck….
sumber gambar: google search
Dimanakah kebaikan?
Ada Pelajaran saat Shopping
Wanita identik dengan belanja, alias shopping. Karena kebanyakan wanita suka berbelanja. Entah itu motifnya karena butuh, karena suka barangnya aja, karena pingin punya banyak, atau karena duitnya berlimpah, g tw mau diapain, trus shopping ini itu. Pun denganku, menurutku aku orangnya juga suka shopping. Hanya saja karena uang sering pas-pasan, hobi shoppingnya sering g tersalurkan,hehe...
Kalo nanya ke temen-temen aku yang sering nemenin aku belanja, pasti bilangnya
wanna be happy?
gak peduli siapapun dia, mau orang baik, mau orang jahat…semua pasti memimpikan yang namanya bahagia
Sejak dulu,aku selalu berdoa:
"Ya allah,berikanlah kebahagiaan dalam hidup hamba ya allah"
Kemudian...semakin lama,sedikit demi sedikit aku mulai menyadari
Bahwa kebahagiaan memang pasti berasal dari allah
Tetapi bahagia yang diberikan allah kepada kita,juga karena sikap kita dalam hidup ini...
Masalah, Dari Sudut Pandang Yang Berbeda
sumber gambar: google search













