Banner 468

Sebuah Ketegasan

Posted by muty on - -


Ketidaktegasan itu menghancurkan
Ketidaktegasan itu tanda kelemahan
Ketidaktegasan itu sulit menentukan sikap
Ketidaktegasan itu penuh kebimbangan
Ketidaktegasan itu tidak memegang erat prinsip atau mungkin tidak punya prinsip hidup

Bagi saya, tegas itu cukup penting. Tapi hari ini saya menyadari bahwa tegas itu sangat penting.
Tegas itu tidak mudah dipengaruhi, tidak mudah di adu domba
Karena orang yang tegas itu memegang erat prinsip yang diyakininya baik. Dan mereka tau sikap mana yang harus diambil serta teguh dengan itu.
Kalaupun mereka melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip mereka, bisa jadi mereka terpaksa mungkin karena takut atau sebagainya.

Tegas itu bisa menyelamatkan hubungan silaturrahmi
Dia tidak mudah dihasut
Dia akan teguh dengan sikapnya yang menurutnya sesuai dengan prinsip hidupnya.
Tegas itu wajib.

[ Read More ]

Save KPK, Save Polri, Save Indonesia

Posted by muty on - -

Lagi-lagi, KPK berusaha dilemahkan. Berbagai macam tuduhan mulai ditujukan kepada pimpinan KPK. Mulai dari foto-foto palsu, tuduhan pemaksaan saksi untuk memberikan kesaksian palsu, penipuan dokumen dan lain-lain. Dan terkait kasus BG, salah seorang mantan penyidik KPK (2008-2012) mengatakan bahwa penetapan BG sebagai tersangka oleh KPK tidak sesuai dengan SOP yang seharusnya, seperti yang baru saja saya tonton di salah satu tv swasta tadi malam. Kita tidak bisa mengatakan apa yang disampaikan mantan penyidik KPK tersebut apakah benar atau salah.
Sederhana sebenarnya mengatasi kasus BG yang menjadi tersangka korupsi oleh KPK. Bapak Presiden cukup mencari calon Kapolri baru, maka urusan akan menjadi lebih mudah, insyaallah. Saya yakin, masih banyak polisi-polisi lain yang jauh lebih baik prestasinya, jauh lebih baik sikap dan pribadinya dan jauh lebih bersih dari sangkaan-sangkaan. Hanya saja, sekali lagi, memang jauh lebih mudah menjadi penonton daripada yang ditonton, lebih mudah bicara daripada menjalani. Saya dan mungkin sebagian orang di negara ini yang merupakan "penonton" juga akan berpikir sesederhana itu, tapi sangat tidak sederhana bagi aktor itu sendiri. Ada banyak tekanan terhadap beliau. Seperti buah simalakama yang merupakan tema acara yang saya tonton tadi malam yang juga sedang membahas kasus ini. Jika beliau melantik BG, maka beliau akan kehilangan kepercayaan rakyat, tapi jika beliau tidak melantik BG, hubungan dengan partai pengusung akan rusak.
Melantik Kapolri yang bersih dari status tersangka tentu jauh lebih baik daripada melantik kapolri yang ditetapkan jadi tersangka kan?lantas, kenapa harus bersikeras mempertahankan tersangka? Toh, melantik kapolri yang statusnya tersangka akan berakibat buruk sendiri bagi Polri, jika memang ternyata orang tersebut adalah koruptor. Polri hancur, negara juga bisa hancur. Begitu juga dengan KPK, segala tuduhan terhadap pimpinan KPK sehingga menyebabkan ditetapkannya pimpinan KPK sebagai tersangka atas kasusnya masing-masing dan penetapan tersangka itu sudah sesuai dengan SOP, maka jalan terbaik adalah mengganti pimpinan KPK agar KPK tetap dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam memberantas korupsi. Dan tentu saja kita semua berharap tidak ada campur tangan koruptor atau pemilik kepentingan tertentu dalam pemilihan pimpinan KPK tersebut.
Jika mereka para pemegang kekuasaan itu mencintai negara dengan tulus, mereka tidak mungkin akan korupsi, menghancurkan atau mengadu domba institusi-insitusi penegak hukum, dan tentu saja semua hal itu akan menghancurkan negara ini.Jika negara ini masih dipenuhi oleh orang-orang yang sangat mencintai uang, tanpa peduli itu haknya atau tidak, rasa-rasanya sulit untuk membayangkan akan kemajuan negara ini. Tapi selama masih ada orang yang peduli, harapan akan selalu ada, insyaallah. Dan saya yakin masih banyak orang-orang yang peduli.
Save KPK, Save POLRI, Save INDONESIA

sumber gambar: diolah dari google search 

[ Read More ]

Sudden Attack

Posted by muty on - -


Sudah lebih dari 2 minggu sejak kejadian itu terjadi. Saat itu aku pulang dari pasar, seperti beberapa bulan terakhir aku lebih suka pulang ke rumah lewat jalan samping kedai si kakek di tepi jalan raya karena aku rasa lewat sana lebih dekat ke rumah daripada lewat jalan utama. Aku berjalan di jalan kecil bersemen putih yang panjangnya kira-kira 8 meter. Disamping kiri jalan bersemen putih tersebut adalah kedai si kakek yang kemudian dibelakang kedai itu menyambung bersama rumah si kakek. Sedangkan di sebelah kanan jalan tersebut adalah ruko kecil yang dihuni oleh pengusaha binatu dan warnet, dan dibelakang ruko tersebut  ada sebuah kolam ikan kecil. Di ujung jalan bersemen putih tersebut disambut  oleh jalan setapak. Disebelah kiri jalan setapak tersebut, tepat sebelum persimpangan kecil, ada sebuah toilet umum atau di kampungku dulu disebut dengan tandai. Selain tandai juga ada kolam besar yang biasanya sebagian warga kampung mencuci pakaian dan piringnya disana.
 Hingga dipersimpangan kecil, aku belok kiri. Di sebelah kananku adalah beberapa rumah penduduk, dan disebelah kiriku adalah kolam yang tadi aku bilang biasa digunakan sebagian penduduk untuk mencuci. Sore itu cukup lengang di jalan yang aku telusuri. Hingga sampai di depan salah satu rumah, ada beberapa ekor ayam putih yang ukurannya cukup besar sedang berdiri disana. Mungkin sedang dilepaskan oleh pemiliknya agar ayam-ayamnya tidak stres berada di kandang seharian. Aku terus berjalan dengan santai, hingga mendekati ayam-ayam itu, perasaanku sedikit memberikan tanda yang berbeda, seperti tidak biasanya. Yang aku tau, jika kita berjalan mendekati ayam, ayam itu akan lari pontang-panting seperti dikejar, ketakutan. Tapi ayam-ayam ini hanya minggir sedikit dari jalan yang kulewati, kecuali satu ayam. Ketika aku sampai di dekat salah satu ayam ini, dia tidak menjauh sedikitpun. Selang satu langkah di depan ayam itu, tiba-tiba ayam itu sedikit melompat dan menghayunkan cakarnya ke kakiku dengan kuat. Sontak aku tekejut. Tidak cukup satu kali, ayam itu melompat untuk kedua kalinya. Aku mencoba menendangnya dengan kakiku agar dia menjauh, tapi dia tetap berhasil menyerangku untuk kedua kalinya. Aku terus berjalan cepat menjauhi ayam-ayam itu. Ayam itu tidak mengejar tapi serangannya sudah cukup membuat kakiku sakit.
Kira-kira 5 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), aku sampai dirumah. Di rumah aku langsung meng-aduh kesakitan pada adikku yang saat itu membukakan pintu. Aku langsung memeriksa kaki celana pada bagian yang diserang, sobek!!! Aku mengambil kursi kemudian duduk dan memeriksa bagaimana keadaan kakiku. Aku naikkan kaki celana dan ternyata kakiku luka. Kaki kanan luka oleh cakaran ayam dan kaki kiri hanya mendapat trauma sehingga warnanya kehijauan.
Ini yang pertama kalinya dalam hidupku diserang oleh hewan yang aku kira selama ini adalah hewan penakut. Hei, ada apa dengan ayam itu?aku berpikir jangan-jangan itu ayam gila. Aku segera mencuci luka di kakiku dan memberinya obat luka, perih. Aku bahkan sempat kesal pada pemiliknya, apa dia tidak tau hewan ternaknya membahayakan orang yang lewat?
Sejak itu, aku tidak lewat jalan itu lagi. Aku pulang dan pergi lewat jalan utama. Pernah suatu kali, aku coba pergi dan pulang lewat jalan samping kedai si kakek lagi, tapi alhamdulillah ayam-ayam itu tidak ada. Saat menuju ke rumah, mataku pernah tertuju pada sebuah kandang ayam di sebelah kiri tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) waktu itu dan ayam-ayam putih besar itu berada didalamnya. Aku berharap ayam putih yang menyerangku itu segera disemblih.
Kemaren siang, aku pergi ke rumah sakit bersama seorang teman dekatku, yeye. Sepulang dari rumah sakit, kami pergi bermain ke pasar atas bukitinggi karena masih ada waktu. Lagi-lagi, tidak pernah cukup waktu jika pergi bermain ke pasar atas bersama temanku ini, aku pulang kesorean. Sekitar pukul 05.30 pm, aku turun dari angkot. Aku memutuskan pulang lewat jalan samping kedai si kakek lagi, karena aku berpikir tidak apa-apa lagi. Tepat di persimpangan jalan kecil dekat tandai tersebut, aku belok kiri dan ternyata mereka sudah "menungguku" di tempat dahulu aku diserang. Jantungku berdegup kencang, takut akan diserang lagi. Sebenarnya aku bisa saja mengambil jalan lain, di persimpangan kecil itu aku bisa jalan terus ke depan, lewat di belakang rumah penduduk itu, tapi aku memilih untuk terus berjalan di jalan dimana ayam-ayam itu berada.
Aku sedang membawa helm, karena temanku membawa motor dan dia hanya punya satu helm. Aku coba mengusir ayam itu dengan mengayunkan tangan kananku yang memegang helm ke arah ayam-ayam tersebut sambil berseru "hus…hus." Perlahan tapi pasti, ayam-ayam itu sedikit menghindar. Waktu itu aku belum menyadari mana ayam yang dulu menyerangku. Aku mencoba mencari tau. Aku perlahan mencoba berjalan maju, berjarak 2 langkah di depanku disebelah kanan, ada seekor ayam yang tidak mau menjauh. Ketika aku berjarak 1 langkah darinya, ayam itu juga maju berusaha menyerangku, aku kemudian mundur lagi. Taulah aku itu ayam yang kemaren menyerangku.
Aku coba lagi mengusirnya dengan mengayunkan tangan kananku yang memegang helm dan berseru "hus…hus." Ayam itu sedikit menjauh. Aku kemudian berjalan hati-hati sambil terus melihat gerak gerik ayam tersebut. Selang 1 langkah di depan ayam itu, aku melihat ayam itu mencoba berjalan ke arahku untuk menyerang, aku segera hayunkan tangan kanan ke belakang dan alhamdulillah helmku tepat mengenai kepalanya. Aku segera berlari, takut akan dikejar. Aku melihat ke belakang dan ayam itu tidak mengejar. Yess…aku berhasil.
Jantungku berdegup sangat kencang. Mengerikan sekali. Aku rasa ayam itu akan terus mengingat wajahku karena aku telah berhasil memukul kepalanya dengan helmku, hahaha. Aku rasa, sore hari adalah waktu yang berbahaya jika lewat jalan itu. Aku bersyukur sekali tidak menjadi korban ayam itu lagi untuk kedua kalinya, dan semoga tidak akan pernah lagi, huh.

[ Read More ]

Muhasabah Diri dan Hati

Posted by muty on - -

Siang ini, seorang teman di salah satu grup whatsapp sharing sebuah nasihat seorang ustad. Nasihatnya bagus sekali. Dan kali ini saya juga ingin men-share kepada teman-teman pembaca blog ini. Semoga bermanfaat.




Ukhuwah Indah Menuju Jannah, Iyakah? 

( Umar Hidayat, M.Ag. )



"Sungguh tiap mukmin itu bersaudara."
Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman.
Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh, saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan, saat kebaikan justru melukai, sesungguhnya yang rusak bukanlah ukhuwah, tapi iman-iman kita sedang sakit. Mari kita waspadai jebakan setan hingga melemahkan keimanan.

PERSAHABATAN bukanlah pelangi, yang indah hanya sekejap..
PERSAHABATAN bukan pula matahari, yang menemani 1/2 hari..
PERSAHABATAN adalah HATI yang melekat dalam diri & akan ada dalam jiwa.
PERSAHABATAN bukan pula BULAN yang nampak indah hanya saat PURNAMA
Ia seperti UDARA yang kita hirup saat terlelap dan terjaga.

Aha..
Betapa berbangga hati yang bisa berukhuwah.
Tapi ada yang lebih jelita lagi, ketika kita memilikinya dalam Minhatun Robbaniyyah. Dalam Nikmatun Ilahiyah.
Dalam Quwwatun Imaniyah. Di saat seperti inilah selaksa kerinduan yang tak harap berpisah. Maka pantas saja Al-Faruq, Umar bin Al Khattab pernah melantunkan kata "Aku tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini,kecuali karena tiga hal: keindahan berjihad di jalanNya, repotnya berdiri Qiyamul Lail, dan indahnya bertemu dengan sahabat lama."

Mungkin kisah berikut mampu mengawal perasaan kita. Betapa ukhuwah itu penanda iman kita.
Semenjak wafat Nabi Saw, Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu Bilal berkata:" Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."
Abu Bakar Ra. pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Kesedihan sebab ditinggal wafat Nabi Saw., terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.
Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi Saw hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya:
"Ya Bilal, wa maa hadzal jafa?"
"Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?"
Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi. Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi Saw., pada sang kekasih. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunya Nabi Saw., Hasan dan Husein. Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi Saw itu.
Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal Ra.: "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami." Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon pada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.Bilal pun memenuhi permintaan itu.
Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Nabi Saw masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali.
Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illallah, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar. Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Nabi Saw.

Bayangkan kita seolah sedang hidup bersama di tengah-tengah mereka. Hamba-hamba Allah yang selalu terhubung dengan langit dan merasakan indahnya ukhuwah dalam kebenaran dan kemuliaan. Maka jika masih ada batas dalam perjalan ukhuwah kita, bisa dipastikan kita telah gagal mengenggam makna ukhuwah yang sebenarnya.
Ada sebuah nasihat dari ibnul Qoyyim Al Jauzi. Ukhuwwah itu hanya sekedar buah dari keimanan kita kepada Allah. Jadi jika ukhuwwahnya bermasalah mari kita evaluasi keimanan kita kepada Nya.
Efek dari hubungan baik kita dengan yang ada di langit secara langsung berefek pada baiknya keterhububungan kita dengan bumi.

Dalam sebuah kutipan ada yang mengingatkan pada kita
‪#Sebesar cintamu pada Allah, sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu.
Sebesar ketakutanmu akan murka Allah, sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu.
Sebesar kesibukanmu pada Allah, sebesar itu pula orang lain sibuk untukmu. ''kutipan Al Mughirah''#
Begitu juga dalam Ayat Al quran.
"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS. AL HUJURAT:10).
Hati yang beriman adalah hati yang jelita disebabkan dalam hati mereka selalu bersambung dengan Allah dan selalu meneladani rasulullah.
Salim fillah berkata, hati yang jelita itu adalah hati yang selalu mengulurkan rasa cinta pada sesama.
Hati mereka selalu tunduk pada Allah dan rasulullah sehingga mudah tunduk pada ukhuwah meski dengan berbagai perbedaan yang ada.
Dan rendahkanlah dirimu bila bersama orang mukmin. Kita diminta berendah hati bila kita mau meneladani rasulullah.
Karena ketika kita merendah kita tak akan mudah terjatuh. Dan bila sampai terjatuh tak begitu terasa sakit.
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺑﺎﺭﻙ وسلم
 

 


[ Read More ]

Makar

Posted by muty on - -

"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya." (QS al anfal:30)

Awal dari turunnya ayat ini adalah ketika orang-orang kafir yang berencana buruk terhadap nabi muhammad. Mereka bermusyawarah membuat makar/tipu muslihat bagaimana cara menghancurkan nabi muhammad. Tahun 24 shafar atau tahun 14 kenabian atau 12 september 622M diadakan musyawarah oleh orang kafir quraisy. Pertemuan direncakan sangat rahasia.
Saat akan memasuki tempat pertemuan, tiba-tiba di depan pintu ada seorang kakek yang berwibawa yang merupakan jelmaan syaitan. Singkat cerita, akhirnya syaitan berwujud orang tua tadi ikut juga dalam pertemuan orang kafir quraisy. Karena kewibawaannya, suara kakek tua ini sangat didengar.
Saran pertama diberikan oleh abul aswad: agar nabi dibuang dari negri ini.
Kakek tua itu mengatakan bahwa pendapat itu tidak bisa diterima. Indahnya ucapan Muhammad bisa membuat orang terpana. Kelak Muhammad akan dibaiat oleh orang tempatnya dibuang dan kembali kesini untuk menghancurkan kalian (kafir quraisy).
Usul kedua oleh abul bakh: penjarakan.
Kakek tua itu berpendapat bahwa jika mengurung muhammad maka sahabatnya akan mengetahuinya dan mencari kalian (kafir quraisy).
Saran ketiga dari abu jahal: ambil tiap kabilah pemuda yang hebat dan kuat, beri mereka pedang dan bersama-sama mereka bunuh Muhammad. Darahnya akan "berserakan" di tiap kabilah sehingga keturunan abdi manaf tidak akan mampu memerangi semua kabilah.
Syaitan menyetujui saran abu jahal.
Rencana kafir quraisy akhirnya diketahui nabi. Saat itu nabi akan hijrah dan nabi kemudian mempercepat perjalanan hijrahnya agar kepergiannya tidak diketahui kafir quraisy. Dan nabi berencana melakukannya pada malam hari dan hanya abu bakar yang mengetahuinya. Rencana nabi hijrah pun akhirnya diketahui kafir quraisy sehingga terjadi pengepungan rumah nabi pada malam itu.
Nabi menjelang berangkat (tengah malam) membangunkan ali dan berpesan agar tidur di tempat tidurnya. Nabi keluar rumah. Penjaga yang dekat pintu tertidur karena kelelahan. Sedangkan yang berjaga agak jauh melihat nabi lewat dengan tenangnya tapi dia tidak mengira itu nabi sehingga dibiarkan. Akhirnya nabi muhammad selamat hingga ke rumah abu bakar dan melakukan perjalanan ke gua tsur.
sumber: pengajian tafsir alquran oleh seorang ustad


Categories:

[ Read More ]

Kehancuran Abbasiyah

Posted by muty on - -


Dahulu ada sebuah kerajaan yang bernama daulat bani abbasiyah yang berkuasa sekitar tahun 750M-1258M dengan pusat kekuasaan di bagdad, Iraq. Pada masa pemerintahan khalifah (raja) yang ke-8 yang bernama al mu'tashim, orang keturunan turki hanya dijadikan pengawal pribadi atau tentara, sedangkan pada masa pemerintahan khalifah  yang ke-9 yang bernama al watsiq, tentara turki mencapai taraf kedudukan yang amat tinggi. Bahkan seorang tentara turki yang bernama asyinas diberi gelar sultan, dimana ia mempunya hak-hak selain yang berkaitan dengan ketentaraan. Bahkan  budak istana  yang merupakan pengikut asyinas yang bernama wasif dan itakh menjadi begitu berpengaruh. 
Ketika alwatsiq wafat, beliau tidak melantik siapapun sebagai putra mahkota bakal penggantinya. Hakim agung, para wazir (menteri) dan mayoritas kalangan istana sepakat untuk mendukung pengangkatan anak al watsiq sebagai penggantinya. Akan tetapi, wasif dan itakh menolaknya dan lebih memilih saudara al watsiq yaitu al mutawakkil sebagai penggantinya.
Al mutawakkil akhirnya dilantik menjadi khalifah daulat bani abbasiyah ke-10. khalifah al mutawakkil adalah khalifah yang lemah dalam hal kepemimpinan. Khalifah ini mencoba menyingkirkan orang-orang keturunan turki karena kedudukan mereka yang cukup tinggi dari khalifah sebelumnya seperti halnya asyinas dapat membahayakan daulat bani abbasiyah. Tetapi usaha khalifah tidak terlaksana dengan sempurna karena orang-orang keturunan turki bangkit memberontak bersama-sama dan akhirnya al mutawakkil berhasil terbunuh.
Setelah kematian al mutawakkil, kekuasaan dikendalikan oleh orang-orang keturunan turki. Mereka dapat memilih dan mengangkat khalifah sesuai dengan keinginan mereka. Walaupun khalifah tetap diduduki oleh bani abbasiyah tapi kekuasaan tidak lagi di tangan mereka. Pemimpin bani abbasiyah seperti boneka bagi orang-orang keturunan turki. Ada usaha untuk melepaskan diri dari kekuasaan orang-orang turki tapi selalu gagal. Masa tersebut adalah masa kemunduran bani abbasiyah. Kemudian tentara turki melemah dengan sendirinya dan muncullah tokoh-tokoh kuat yang kemudian memisahkan diri dari kekuasaan pusat di bagdad dan mendirikan dinasti-dinasti kecil.

Pemimpin yang lemah, pemimpin yang tidak lebih dari sekedar boneka, negara dikuasai asing dan adanya wilayah yang ingin memerdekaan diri merupakan beberapa hal yang menjadi awal penyebab kehancuran bani abbasiyah.  Semoga saja negara ini tidak mengalami peristiwa seperti yang dialami daulat bani abbsiyah di akhir masa kejayaannya. Legend is lesson


Sumber: buku Sejarah Kebudayaan Islam MTsN



[ Read More ]

Hilangnya Kebenaran

Posted by muty on - -


Hari ini sulit sekali untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. Karena semua sudah diputarbalikkan, yang benar menjadi salah dan yang salah benar-benar terlihat seperti sebuah kebenaran.
Ketika kita ingin menunjukkan bahwa sesuatu itu benar dan kita gagal, maka semakin yakinlah orang yang tidak percaya akan kebenaran yang kita sampaikan
Dan sebaliknya, mereka yang yakin tentang sesuatu yang sebenarnya salah tapi benar bagi mereka, dengan mudah bisa menemukan bukti-bukti akan "sisi positif" hal tersebut.
Dan saking besarnya kekuatan setan itu bekerja di atas muka bumi ini, seseorang yang memegang prinsip yang benar kemudian menjadi goyah karena adanya argumen-argumen kuat dari orang-orang sekeliling yang mempercayai  kesalahan tersebut sebagai kebenaran.
Tapi satu hal yang mungkin harus dipegang bahwa dalam agama islam, memang ada hal-hal yang tidak masuk akal, untuk mempercayainya hanya butuh keimanan. Jika allah sudah menetapkan sesuatu itu salah, maka tidak ada argumen, nalar atau pemikiran lain yang bisa mengubahnya. Sebesar apapun kekuatan setan itu di atas muka bumi untuk membuat kita melihat yang salah itu benar dan yang benar itu salah, allah jauh lebih kuat.

Sumber gambar: google search
[ Read More ]

long time no see

Posted by muty on - -

Long time no see ya, karena kesibukan yang tidak terlalu sibuk membuat saya lupa dengan blog sekian bulan lamanya. Ditambah lagi dengan tidak adanya ide yang tersedia, ya beginilah jadinya. Waktu tadi mau nulis, saya buka blog, dan kemudian saya sadar ternyata postingan terakhir saya itu bulan mei, trus inget sama niat pingin bikin tulisan lebih banyak dari tahun kemaren yaitu lebih dari 18 tulisan dan saya liat tanggal, sekarang tanggal 31 desember. huft, tidak bisa dikejar lagi, tulisan saya saja sekarang baru 8 judul. Padahal saat masa-masa sibuk yang sok sibuk itu, teman saya sudah ngingetin buat bikin blog.
yah, setidaknya saya bisa nambah tulisanlah satu atau dua judul untuk akhir tahun  ini :)
[ Read More ]

The Raid

Posted by muty on - -


The Raid: Redemption (2011), ketika pertama kali mendengar tentang film ini dari teman yang katanya mendapatkan banyak respon positif karena "kekerasannya" baik dari dalam maupun luar negri membuat saya penasaran.Saya kemudian menontonnya dan ternyata benar. Ada adegan-adegan kekerasan yang seharusnya tidak boleh diperlihatkan tapi malah diperlihatkan secara vulgar dalam film ini. Dan saya belum pernah menonton film laga yang lebih "keras" dari film ini.

Film ini mendapatkan penghargaan, salah satunya Midnight Madness award pada Toronto International Film Festival (TIFF) 2011. Banyak yang bangga film ini dilirik dunia, tetapi saya lebih banyak khawatir karena adegan "kekerasan" dari film ini. Walaupun beberapa adegan kekerasan tersebut hanyalah visual yang dibuat secara digital, kekerasan tetaplah kekerasan. Seperti video game  yang memiliki rating game, ada game untuk anak 3 tahun ke atas, ada yang boleh dimainkan semua umur , ada yang untuk remaja dan ada yang hanya boleh dimainkan usia dewasa karena ada "kekerasan" di dalamnya baik berupa tindakan maupun perkataan.

Apabila seseorang sering menonton kejadian/adegan kekerasan baik itu nyata atau sandiwara berulang-ulang, maka hal itu sedikit banyaknya akan berpengaruh negatif pada psikologisnya, dewasa apalagi anak-anak. Anak-anak yang sering menonton tontonan yang mengandung kekerasan akan menjadi kurang sensitif terhadap sakit yang diderita orang lain (kurang empati), bisa menjadi anak yang sangat penakut, atau juga menjadi orang yang suka berbuat kerusakan dan kejahatan terhadap orang lain (1). Akhir-akhir ini semakin banyak terdengar kasus-kasus kekerasan. Seorang anak yang memukuli juniornya kelas 5 SD di Jakarta hingga meninggal baru-baru ini, atau juga sikap senioritas dan sewenang-wenang  mahasiswa STIP Jakarta yang juga menyebabkan seorang juniornya meninggal, menurut saya itu merupakan salah satu peran yang besar dari tontonan yang mengandung kekerasan dan tidak mendidik.

Dan bagi saya lebih sangat disayangkan karena film The Raid ini merupakan film Indonesia  walaupun disutradarai oleh seseorang berkebangsaan Inggris. Bayangkan saja, negara - negara barat saja yang kasus kekerasan yang terjadi disana jauh lebih banyak daripada yang terjadi di Indonesia, tidak memproduksi film laga dengan kekerasan sevulgar itu (setidaknya hingga tulisan ini dibuat). Dan pujian atas The Raid dari negara lain, bagi saya itu bukanlah pujian. 

Maret lalu, The Raid 2 sudah rilis dan kabarnya bakal ada The Raid 3. Saya khawatir, akan semakin banyak kasus kekerasan yang terjadi di negara ini yang mungkin sedikit banyaknya dipengaruhi oleh tontonan yang tidak baik.


sumber:
  1. http://www.apa.org/research/action/protect.aspx

           sumber gambar: google search
[ Read More ]

Kenapa Lebih Baik Golput ?

Posted by muty on - -



Saya baru saja membaca sebuah tulisan yang diposting di fb. Dari kesimpulan yang saya dapat pada tulisan tersebut adalah lebih baik golput karena penulis menganggap demokrasi bukanlah cara yang dianjurkan islam dalam memilih seorang pemimpin.

Sebuah analogi, misalnya sebuah negri akan dilakukan pergantian kepemimpinan. Calon A adalah calon yg cakap dalam memimpin dan menegakkan hukum-hukum islam. Sedangkan calon B adalah calon yg juga cakap dalam memimpin tetapi memiliki akhlak yg bejat. Dalam kampanyenya, calon B mengatakan akan menghapus aturan tentang minuman keras sehingga rakyatnya yg sebagian besar adalah peminum minuman keras bebas membeli dan minum minuman tersebut. Kemudian diadakan pemilu sebagai bentuk demokrasi di negri tersebut, tentu saja yang akan menang adalah calon B, calon yang mengikuti apa yang rakyatnya mau.

Dari analogi diatas, kita bisa melihat bahwa demokrasi (memilih berdasarkan suara terbanyak) bukanlah cara terbaik dalam memutuskan suatu perkara. Dan saya setuju untuk hal itu terhadap tulisan yang saya baca di fb tadi. Cara terbaik untuk memutuskan suatu persoalan adalah dengan musyawarah mufakat antar orang-orang yang berilmu, sehingga keputusan yang diambil adalah yang terbaik berdasarkan hasil musyawarah.

Tetapi untuk kondisi negara seperti ini, saya rasa golput baru akan efektif jika sebagian besar rakyat indonesia tidak ikut pemilu. Dengan begitu, ada kemungkinan calon pemimpin akan dimusyawarahkan. Tetapi jika hanya sebagian kecil yang golput, bayangkan jika yang menang adalah partai yang hanya akan menjadi penghancur negara kelak, seperti yang saya tulis sebelumnya. Setidaknya, jika pemilihan belum dimungkinkan melalui musyawarah mufakat, pilihlah pemimpin yang terbaik dari pilihan yang ada. Menurut saya, memilih partai yang terbaik diantara yang ada adalah cara untuk mencegah si penghancur negara maju.

Semoga allah selalu melindungi negara ini, aamiiin

sumber gambar: google search
[ Read More ]